Postingan

Ternyata Salah

Melambung ke udara membawa berita bahagia  Lalu terlempar kuat oleh realita Terbangun dari bunga mimpi indah, tentang asa terbalut cinta Tapi nyatanya semuanya fiktif tanpa bukti yang otentik  Meramu hayal dengan begitu apik Sampai yang dekat dengan nyata membawa batu lalu melemparnya Ternyata semu yang ku ramu tidak sampai dengan ragamu Ternyata pait rasa berlabu hanya ada di dalam kalbu yang menjadi benalu Tidak pernah ada akhir karna kata mulaipun tidak tahu menahu Yang menjadi salah hanya terletak pada yang meletakan harapan tanpa komfirmasi terlebih dahulu Entah memilih mati atau menjadi abu Yang jelas tidak ada yang bertanggung jawab terhadap rasa yang dipupuk oleh Halu Salah manusia kali ini ada pada diriku Maka tahan tahan dan jangan cari orang untuk diberikan beban 

Level Tertinggi

Berbagi hal pelik terkadang menarik Panjang kali lebar diceritakan begitu matang dan banyak pertimbangan Terluka atau tertawa jadi konsekuensinya Apa yang salah dari manusia yang banyak problema Harap tenang ada sesi ketika kau menyerahkan semuanya pada sang tuju Apapun bagiannya maka terimalah. Terima untuk menjadi yang tidak menarik Untuk menjadi yang "berpenyakit" Untuk menjadi yang berkarisma dan tertawa paling nyaring Untuk menjadi lebih arip  Maka dengan itu damai akan menyertai kita semua baik dunia dan isinya 

Lupa Bersyukur

 Lupa adalah sifat yang yang melekat pada manusia. Yang kebanyakan dari kita selalu mencoba menghilangkan noda hitam. Karna hidup yang sempurna terkadang menjadi dambaan kita sebagai manusia. Padahal mengejar kesempurnaan membuat kita mati rasa. Membuat kita selalu merasa tak cukup untuk menjadi yang terbaik. Menjadi baik dan buruk tidaklah cukup. Sebagian dari kami hanya ingin menjadi sempurna dengan cara apapun. Jalan yang berliku ditempuh dengan rasa membara. Ketika sampai pada hasil dari usaha. Rasa puas kadang timbul atau rasa cemas yang dominan. Karna merasa tidak cukup, tidak puas, bukan ini yang kami maksud. Hal ini membuat kita kadang lupa caranya bersyukur. Lupa yang dibiasakan menjadi budaya. Padahal rasa syukur membuat kita lebih bahagia dan damai. Menikmati dunia dengan lebih nyaman. Semoga kita mejadi lebih bisa menikmati hidup dengan cara yang lebih baik. Lebih berdamai dengan hidup yang baik hidup yang buruk dan hidup yang mempunyai cerita dan warna masing-masing. B...

Sendirian

2021 ternyata kembaran tahun lalu 2020, namun terlepas dari kesukaran ini kita mencoba bertahan ditengah kondisi pandemi. Dari yang berperan sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, anak anak, remaja dewasa, pekerja, pelajar sama aja, kerja kerasa buat bisa tetap hidup dan bahagia. di tahun ini seharusnya memang menjadi tahun terakhir status gua jadi mahasiswi, which is agak tegang-tegang asik asik gitu. asik karna bakal segera lulus lepas menjadi anak yang akan 100% tanggung jawab terhadap diri sendiri, tegangnya karna takut juga sama masa depan yang kata testimoni orang-orang serem dan kerasnya bukan main. penasaran juga sih emang seserem itu yah tapi kadang gak mau keluar dari buble yang nyaman ini, masih seneng main sama temen temen kampus, suasana kelas yang bising abis, kelakukan bocah bocah kelas yang absurt, ampe kangen juga sama moment drama kece, im miss the moment not the person. *gengsinyagedesay pas awal-awal optimis bakal kuliah offline dan bisa ketemu lagi ngampus lag...

Tulisan Jumat dibuat 2017

Tujuan bunuh diri bukan hanya putus asa terhadap diri sendiri Melainkan keputusasaan membuat orang terdekat merasa menyesal atas sebuah kehilangan yg dipaksakan. Tinggalkan yang memang harus ditinggalkan lepaskan apa yang harus dilepas buang apa yang pantas dibuang. Napas kita milik Tuhan bukan milik mereka yang modal otak kosong bernamakan kebaikan.  Bukan tentang pecundang atau lari dari kenyataan. Tapi tentang pembalasan paling kejam yang tidak pernah terlupakan. Banyak orang bilang Dunia ini panggung sandiwara, itu bagi orang yang takut akan cinta atau orang tak tahu malu cara berbalas budi.  Tapi bagi kami dunia ini medan perang, penuh darah, keringat kebencian, dendam dan amarah.  Yang bisa memegang kepala orang dengan lehernya terputus atau mata yang hilang satu.  Satu tusukan tidak cukup untuk mewakili semua.

Pilihan Mengakhiri

Banyak hal yang membutuhkan atensi untuk saat ini. Baik mengenai jiwa harta maupun hati. Jiwa yang makin hari makin lemah padahal menghadapi dunia butuh tenaga ekstra. Butuh harta untuk menunjang agar tubuh tetap berdiri namun kian hari susah cari makan untuk diri sendiri. Butuh hati yang lapang untuk menghadapi kekalahan, namun hati sibuk dengan luka yang membusuk. Banyak tanggung jawab yang hamba pikul. Maka disini butuh waktu untuk menata mana yang butuh untuk dipikul atau dibuang untuk jadi kenangan. Prioritas dikedepankan. Orang tua menjadi hal pertama untuk dipertimbangkan. Teman yang dipilah dan dipilih yang mana sekiranya satu arah. Hobbi atau kebiasaan mana yang patut dilestarikan agar tidak menjadi menyesal. Tapi butuh bernafas untuk menyelesaikan semuanya. Maka akan ada kata selamat tinggal bagi hal hal yang tidak berguna. Selamat tinggal para manusia yang dulunya ku sebut teman tapi ternyata kita tidak bisa jalan bersama untuk sampai final. Selam...

Akhir nya

Gambar
(bonus foto terakhir yang di jepret tanpa niat) Malam yang menjadi akhir dari beberapa kejadian dan peristiwa. Akhir bukan berarti berakhir. Namun dari beberapa hal memang demikian. Dari mulai kepercayaan yg hilang dikikis amarah. Lalu salah paham yang tak ujung diubah. Berusaha untuk baik baik saja ternyata tak menyelesaikan masalah. Beban di pundak milik kita semua. Salah dan dosa milik kita semua. Andai semua bagian dari kita sama sama menyimpan tegangnya. Mungkin kita masih bisa berbagi tawa bersama. Namun ternyata sebagian dari kita memang merasa cukup untuk tidak lagi lanjut. Maka mulai detik ini hanya kata berserah, terserah, melepas dengan iringan lagu yang sendu. Dengan ini juga aku buka ikatan yang membelit tubuh sendiri dengan ikhlas dan pasrah. Biar Tuhan yang tahu ujungnya apa. Hal ini malah semakin membuatku bahagia. Tidak lagi merasakan beban yang seharusnya jadi beban. Mulai detik ini akan ku bangun istana indah dengan tema diriku saja dengan santainya duduk...