Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bukan Puisi

Bagian Pilu dari Hidup

Kegagalan yang didapatkan dari hari kehari sedikit banyaknya mempengaruhi mentality saya saat ini. Percobaan yang dibarengi ekspetasi tinggi ternyata gak baik untuk kesehatan jantung, berharap mendapatkan cowo idamana atau pekerjaan yang mapan misalnya. Agak sakit ternyata menjadi dewasa dengan segala ekspetasi liar didalamnya. Tepat 5 bulan sudah menjadi mahluk pencari ladang uang dan usaha belum berbuahkan hasil. Usaha dibarengi doa ibu bapa sedang diusahakan. 100 halaman dari berbagai platform sudah disebar namun belum satupun datang dengan kabar positif. Lebih-lebih pikiran “apa nikah aja?” ketika belum ada calonnya membuat pikiran berat bertambah dua kali lipat. Menyakitkan. Hahahahaha Ternyata kemudahaan datang kepada mereka yang mau berjual. Ternyata kesuksesan datang kepada mereka yang punya cukup peluang dan keberuntungan. Tenyata yang hidup nyaman dikala tua akan dimiliki bagi iyayang paling banting tulang dan menangis paling kencang di usia muda. Lagi l...

Berdamai Tiap Pagi

hallo senin pagi. banyak hal yang berjalan dikepala tidak pernah berhenti mereka lalu lalang tiap malam  berani untuk menganggu waktu tidur dengan skema mimpi yang mengerikan. dingat sampai matahari datang lalu dicoba ditafsirkan untuk paham arti dari dikejar-kejar pembunuh perempuan yang begitu berkeringat dan melelahkan. ada apa? adakah yang salah? atau mengapa? banyak luka yang kubiarkan menganga. karna banyak orang mengatakan itu biasa dan bukan apa-apa. kata mereka "kamu bahagia dan bijaksana maka bersyukurlah" kata suruh identik pada pemberian tugas, baik yang kasat mata maupun tidak. apa karna syukur tidak hadir yang membuat sepi diraga? pergi sana sini kulakukan sebagai jalan ikhtiar untuk mencari obat yang paling mujarab. Tuhan berikan damai dan rasa tenang, kepada hamba yang berbadan gemetar. 

Ternyata Salah

Melambung ke udara membawa berita bahagia  Lalu terlempar kuat oleh realita Terbangun dari bunga mimpi indah, tentang asa terbalut cinta Tapi nyatanya semuanya fiktif tanpa bukti yang otentik  Meramu hayal dengan begitu apik Sampai yang dekat dengan nyata membawa batu lalu melemparnya Ternyata semu yang ku ramu tidak sampai dengan ragamu Ternyata pait rasa berlabu hanya ada di dalam kalbu yang menjadi benalu Tidak pernah ada akhir karna kata mulaipun tidak tahu menahu Yang menjadi salah hanya terletak pada yang meletakan harapan tanpa komfirmasi terlebih dahulu Entah memilih mati atau menjadi abu Yang jelas tidak ada yang bertanggung jawab terhadap rasa yang dipupuk oleh Halu Salah manusia kali ini ada pada diriku Maka tahan tahan dan jangan cari orang untuk diberikan beban 

Level Tertinggi

Berbagi hal pelik terkadang menarik Panjang kali lebar diceritakan begitu matang dan banyak pertimbangan Terluka atau tertawa jadi konsekuensinya Apa yang salah dari manusia yang banyak problema Harap tenang ada sesi ketika kau menyerahkan semuanya pada sang tuju Apapun bagiannya maka terimalah. Terima untuk menjadi yang tidak menarik Untuk menjadi yang "berpenyakit" Untuk menjadi yang berkarisma dan tertawa paling nyaring Untuk menjadi lebih arip  Maka dengan itu damai akan menyertai kita semua baik dunia dan isinya 

Lupa Bersyukur

 Lupa adalah sifat yang yang melekat pada manusia. Yang kebanyakan dari kita selalu mencoba menghilangkan noda hitam. Karna hidup yang sempurna terkadang menjadi dambaan kita sebagai manusia. Padahal mengejar kesempurnaan membuat kita mati rasa. Membuat kita selalu merasa tak cukup untuk menjadi yang terbaik. Menjadi baik dan buruk tidaklah cukup. Sebagian dari kami hanya ingin menjadi sempurna dengan cara apapun. Jalan yang berliku ditempuh dengan rasa membara. Ketika sampai pada hasil dari usaha. Rasa puas kadang timbul atau rasa cemas yang dominan. Karna merasa tidak cukup, tidak puas, bukan ini yang kami maksud. Hal ini membuat kita kadang lupa caranya bersyukur. Lupa yang dibiasakan menjadi budaya. Padahal rasa syukur membuat kita lebih bahagia dan damai. Menikmati dunia dengan lebih nyaman. Semoga kita mejadi lebih bisa menikmati hidup dengan cara yang lebih baik. Lebih berdamai dengan hidup yang baik hidup yang buruk dan hidup yang mempunyai cerita dan warna masing-masing. B...

Tulisan Jumat dibuat 2017

Tujuan bunuh diri bukan hanya putus asa terhadap diri sendiri Melainkan keputusasaan membuat orang terdekat merasa menyesal atas sebuah kehilangan yg dipaksakan. Tinggalkan yang memang harus ditinggalkan lepaskan apa yang harus dilepas buang apa yang pantas dibuang. Napas kita milik Tuhan bukan milik mereka yang modal otak kosong bernamakan kebaikan.  Bukan tentang pecundang atau lari dari kenyataan. Tapi tentang pembalasan paling kejam yang tidak pernah terlupakan. Banyak orang bilang Dunia ini panggung sandiwara, itu bagi orang yang takut akan cinta atau orang tak tahu malu cara berbalas budi.  Tapi bagi kami dunia ini medan perang, penuh darah, keringat kebencian, dendam dan amarah.  Yang bisa memegang kepala orang dengan lehernya terputus atau mata yang hilang satu.  Satu tusukan tidak cukup untuk mewakili semua.

Pilihan Mengakhiri

Banyak hal yang membutuhkan atensi untuk saat ini. Baik mengenai jiwa harta maupun hati. Jiwa yang makin hari makin lemah padahal menghadapi dunia butuh tenaga ekstra. Butuh harta untuk menunjang agar tubuh tetap berdiri namun kian hari susah cari makan untuk diri sendiri. Butuh hati yang lapang untuk menghadapi kekalahan, namun hati sibuk dengan luka yang membusuk. Banyak tanggung jawab yang hamba pikul. Maka disini butuh waktu untuk menata mana yang butuh untuk dipikul atau dibuang untuk jadi kenangan. Prioritas dikedepankan. Orang tua menjadi hal pertama untuk dipertimbangkan. Teman yang dipilah dan dipilih yang mana sekiranya satu arah. Hobbi atau kebiasaan mana yang patut dilestarikan agar tidak menjadi menyesal. Tapi butuh bernafas untuk menyelesaikan semuanya. Maka akan ada kata selamat tinggal bagi hal hal yang tidak berguna. Selamat tinggal para manusia yang dulunya ku sebut teman tapi ternyata kita tidak bisa jalan bersama untuk sampai final. Selam...

Terlalu Banyak

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Mengiringi kita semua kedalam kenestapaan. Tapi adakah yang lebih bijak? Selain selalu mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Namun terkadang sifat dasar manusia yang tidak tercipta selalu sempurna. Maka lelah lalu  menyerah adalah pilihan dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada tabel kehidupan. Setiap saat diingatkan untuk selalu memanjatkan rasa ‘baik’ yang kadang dipaksakan agar bisa menjadi kebiasaan. Setiap hari dianjurkan untuk selalu produktif agar masa muda yang aktif dan tua tidak jadi sulit. Setiap detik dikasih gosip “jangan jadi seperti mereka yang menjadi bagian sulitnya dunia, karna kau tak akan bisa masuk kartu keluarga”. Dilain sisi ada yang beristirahat untuk sekedar mengusir penat. Ada yang sengaja mencari waktu luang untuk bisa tarik nafas dalam-dalam. Ada yang berleha-leha untuk bisa menikmati esensi hidup yang sesungguhnya tanpa bawa beban kemana-mana. Tapi kesamaan pada mereka semua terletak pada betapa mereka...

Malam Resah

Malam ini tak bisa tidur, bawaannya sedih melow entah dari sebab yg mana, yang jelas ini betulan kusut susah diurai. Beberapa hal mungkin bisa jadi penyebab yg kuat.  Dari rasa tersisihkan ini yg selalu ada walaupun tak jelas asalnya tapi dampaknya terasa nyata. Tidak percaya diri, tak percaya pada yg datang untuk menyelamatkan, rasanya ingin berteriak dan berkata 'tujuanmu sudah ku baca sejak awal ngetes doang kan? ' Seberapa tidak enaknya ini aura. Bahkan ada beberapa orang yg bilang bahwa aku salah raga, dari mulai wanita sampai pria mereka sepakat untuk menghancurkan kenyakinan harga diri walau awalnya tak disengaja.  Mungkin ini bentuk dari karma yg sejak kecil di cicil hingga tak lunas hingga dewasa. Dan ketika kata yang menurutku tak bisa di terima maka yg ku lakukan hanya bisa tertawa lalu menangis diakhirnya sambil mengamini. Kata mereka bahwa aku buruk rupa tak ada nilai estetika.  Ingat malam itu kita masih tertawa di perjalanan, kau berkata lalu aku sambut d...

Aku Pendosa

Dosa adalah perbuatan pelanggaran terhadap tuhan. Siapa yang tidak pernah berpapasan dengan dosa. Sekelas hamba terbaikpun sedikit banyaknya mengakui pernah berdosa kepada sang kuasa. Perbuatan berdosa yang dilakukan kala sedang gelap mata lalu membawa petaka banyak sekali dilakukan oleh para budak dunia.  Yang ditunggu hanya tanggung jawab dan kerelaan seorang hamba dicap pendosa oleh para yang mulia. Pendosa, kata yang tepat menggambarkan aku yang saat ini sedang termenung memangku dagu dengan tangan kanan. Banyak sekali dosa yang kulakukan yang tidak bisa kusebutkan satu persatu. Entah itu karna malu atau karna lebih tidak mau dibilang benalu. Yang sering kulakukan berdoa semoga bagian tubuh yang penuh lumpur hitam ini bisa sedikit terlihat bersih setidaknya dimata tuhan. Lalu terkadang mengulanginya lagi dan lagi. Persis si dungu yang meminjam uang pada renternir. Tuhan betapa lemahnya hambamu yang satu ini. Dosa yang tidak  kusadari melukai banyak orang dengan kata berlid...

Bebas

Apa skala tertinggi dari sebuah kebebasan? Bisa meminum dan memakan apasaja. Bisa memilih baju yang mana saja. Atau bisa mengendalikan pikiran dan bertindak seenaknya. Tanpa pertimbangan apapun siapapun dalam keadaan apapun. Semoga arti bebas bagi kita semua merujuk kepada rasa hati yang lapang, untaian kepang yang terlepas dari rambut yang sudah diurai, rantai dikaki hanya menunggu bekasnya pudar atau bahkan beban sebesar batu dihati bisa diatasi dengan kata sederhana  yang terucap dari bibir  berupa ‘tenang saja’. Kita semua bekerja banting tulang untuk merasakan kebebasan. Kebebasan dari hutang-piutang. Bebas dari amarah pasangan karna gaji yang kurang. Bebas dari rasa lapar atau pengasingan. Bebas menghirup udara bersih tanpa rebutan dalam kontrakan petakan yang pengap tanpa filter udara. Apalagi bisa bebas dari tipuan abu yang dibuat dari para aktor kawakan yang tidak tahu malu, ujarnya ‘ini yang aku mau’. Doa terbaik dari segala tindakan pelanggar kemanusiaan. Baik yang ...

Dramatisir Kesedihan

Pernah Mati lalu hidup lagi. Bangun lalu tidur lagi. Dua penyangga tapi tak kokoh akan segera menimpa. Bekas luka bulan lalu masih ada terbentang dipelipis dekat mata.   Aku kira kami masih bisa bertahan lama. Lalu sedikit memaksa karna takut kehilangan . Tapi mimpi buruk tetaplah mengangu tidur. Punya banyak sodara tidak membuatku bahagia. Sendirian rasanya menyenangkan dari pada bergabung bersama mereka lalu merasa kesepian ditengah keramaian. Hanya menyesakan dan menjadi beban. Sudah cukup Bab beramah tamahnya mari kita selesaikan dengan   tidak saling sapa.   Penyanga atap usang tak bertiang. Butuh perbaikan dari sisi kanan. Menurut penglihatan yang rusak hanya sebelah. Tapi ternyata dua-duanya sama saja, akan patah dan roboh lalu menimpa yang hidup dibawa sana. Tekanan yang awalnya kukira bagian dari kematian nyatanya bukan, karna ternyata itu yang dikatakan dengan masa depan. Bagi kau yang hanya bisa melihatku mati dengan cara palin...

Menua

Bahagia Menjadi bagian tua di dunia. Kemarin hari yang panjang dan menyenangkan. Ternyata banyak orang sadar akan keberadaan mahluk kecil yang beratnya tak sampai 45 kilo ini.  Tertawa Bisa berguyon luas dengan kasarnya . Bersama kawan opera van java.  Membuat raga kehilangan aroma . Untuk di cintai secara wajar karna berprilaku kurang ajar. Merana Dipupuk kesedihan dan kata kasar. Ancaman perpisahan sangat sering didengar. Hanya kata pindah yang menjadi upah. Mencoba mencinta tanpa mengingat kejadian pedih berdarah ngeri. Berdamai katanya,  walau ada satu sesi aku bisa menjadi pembenci sekali. Kecewa Merasa selalu memberikan nilai lebih tapi kadang tak terpilih.  Atau yang datang dan pergi hanya karna pamrih. Berbicara lembut dan lantang. Berada dijalur yang menantang membuatku mati tidak terpandang. Apa yang menjadi benar jika semua merasa benar. Apa yang menjadi salah jika semua bilang bukan aku pelakunya. Egosentris menemani kita semua yang menjungjung tinggi nil...

Ragu Akan Semesta

Meragu  kehilangan kepercayaan atas apa yang dijanjikan oleh bumi pada kami bahwa bagi yang menikmatinya dengan brutal maka tinggal menunggu balasan  lain lagi bagi si bijak akan selalu ada tempat aman di sudut ruangan  namun kenyataan sedang mengajak bercanda dengan sangat tidak lucunya  terlalu banyak kenaifan yang diciptakan para pemeran yang memangku kekuasaan  dan kami dijadikan korban untuk tetap bisa duduk di 'Kursi' tanpa alas, tanpa payung kami berjuang melawan tirani yang mendung berbicara berani, mengkritik bahkan guyon sekalipun dibalas dengan hukuman penjara apa yang lebih dari kata sakit untuk menggambarkan ketidak lucuan ini  semuanya fana tapi mereka dengan teganya bisa membunuh dan menuduh satu nyawa untuk langgeng di panggung istana  siapa yang sebenernya jadi boneka? celakalah bagi kami yang hanya bisa turut tanpa bisa bergerak karna terhimpit derita  menurut dan tunduk adalah kebiasaan kami yang masih ingin diberi, walaupun han...

Goodbye for anything i cant do

Goodbye bagi beberapa hal yang tidak bisa kuperjuangkan Dimulai dari masalalu yang buatku sakit-sakitan Lalu kegagalan yang tidak kalah sakit jiwa kebas rasa berkepanjangan Perkataan banyak orang yang kadang menyakitkan dan susah dihilangkan dari benak dan pikiran membuatku berjalan pincang. Untuk semua pilihan yang membuatku jatuh ke jurang paling dalam. Kan kutinggalkan demikian tanpa ku bawa sebagai beban Untuk teman yang ternyata kita tak searah untuk menghabiskan hal gila bersama Untuk ibu bapak yang gagal ku bahagiakan disisa hidupnya Untuk rekan-rekan dunia maya dan nyata yang sering ku usik dan ngangu hidupnya Untuk sodara sehati yang ku paksa bertahan untuk selalu digaris keakraban Ternyata kita semua tidak cocok untuk hal-hal demikian Ternyata aku adalah pengecut yang menutup mata dan mengulur waktu dan berkata kalau kita masih bisa bertahan dengan bahagia yang semu Maaf atas segala paksaan bertahan yang mungkin menyiksa dan membelenggu kalian Maaf ...

Ruang Hampa

Gambar
Setiap hari rasanya sama dengan hitungan 7 hari dalam satu pekan diawali dengan senin lalu berakhir di hari yang bernama minggu. Bangun pagi lalu berpikir 'apa yang akan saya lakukan hari ini?' Menunda mandi dan sarapan pagi dengan sibuk berselancar didunia fiksi. Menghabiskan waktu dengan menghalu dan menjadi benalu sedang trend di tengah pandemi ini. Lalu sebagaian dari kita mengalami kejenuhan diambang batas dan memilih berkhianat pada konferensi.  Dengan pergi jauh lalu kembali dengan hati was-was takut membawa petaka yang belum ditemukan penangkalnya.  Menghiraukan mereka yang berjuang keras melampaui batas, menangis keras di dalam penjara jeruji kasat mata buatan kita.  Bahkan ada yang berteriak ini adalah sebuah kebohongan yang diciptakan. Sampai mereka melihat kematian tepat persis di dekat nadi mereka, rasa percaya sulit digapai. Ada yang sibuk bertahan hidup di tengah kemiskinan, ada yang sibuk berteriak meminta pertolongan dan ada yang h...

Hamba Munafik

Kelahiran yang direncanakan dan dirayakan penuh kebahagiaan yang menyelimuti beberapa orang lama kelamaan lenyap diseret waktu. Belajar merangkak dan berjalan selangkah demi langkah. Kata demi kata yang tak jelas semakin mengeluarkan artinya. Lalu beranjak masuk fase yang disebut beberapa orang dengan kata “dewasa”. Bahagia mungkin bisa habis mereka yang mirip dentingan waktu tapi tidak dengan belajar. Belajar memahami situasi yang akan selalu ada sampai kau mati. Belajar menyenangkan orang lain dan menebus dosa. Belajar peran baik buruk. Belajar bermuka dua, lalu menutupinya agar tidak terlihat menyedihkan. Padahal sebagian banyak dari kita mengalami kepahitan hidup entah itu datang dari sudut manapun bahkan tidak terduga. Hati, pribadi, rekan, teman, keluarga bahkan orang tak dikenal sekalipun bisa menjadi dalangnya. Bagaimana cara berhenti munafik jika semua ilmu mengajarkan kita untuk begitu. Sinar matahari rasanya tak cukup hangat dibandingkan dengan dinginnya air kehidupan yang m...

Lemon untuk Tenggorokan

Detik ini  masih Pancaroba kadang panas kadang hujan kadang butuh payung untuk berlindung kadang butuh kipas untuk penyegar hawa  Flu Demam Batuk Pilek melanda mahluk bumi setiap inci menjaga diri mengobati tenggorokan dan panas badan ramuan terdahulu dikeluarkan dari laci kamar  obat dari apoteker rujukan dokter ditelan dengar satu gelas air penuh semua panik? jawabanya iya siapa yang tidak bergetar ketika terjadi sesuatu pada tubuh kita yang implikasinya adalah kematian  mati yang menjadi pemutus rantai kehidupan duniawi walau dijanjikan hidup kekal abadi diakhirat nanti  namun mereka tau dia tak sesuci itu untuk balasan paling indah  maka yang kekal itu bukan yang enak saja karna hidup adalah sebab akibat  balasan dari kesalahan tak bisa di hiraukan senikmat itu kah dunia? iya  jika lemon madu bisa membuat tenggorokan ini lega maka kita stock mereka karna ada sebab munculnya akibat...

Jangan

Kenapa? Cape lagi yah? Masalah yang sama? Mau dengar saranku. Saranku adalah akan banyak kata jangan yang bikin kau merasa tertekan.  Dimulai dari ... Jangan mau ngasih payung kalo badan kau bakal basah kuyup. Jangan mau jadi pendukung kalo kau tak mendapat label "Tim Sukses". Jangan melulu mengulurkan tangan karna tujuan mereka adalah menginjak kepalamu. Jangan melulu siapkan telinga untuk mendengar karna mereka gak selalu berbicara enak. Jangan mau minum kalo tau itu racun. Jangan menyiapkan otak untuk berpikir jika upahnya adalah kau dijadikan babu seumur hidup. Jangan mau tau dan peduli kalau kau dihardik jadi saksi bagi hukuman mati. Jangan mau jadi kuat jika kuat menjadikanmu kuda pacuan yang tak pernah istirahat. Masih banyak jangan lain tapi saya yakin kata jangan selalu kau abaikan dan dibayar tunai dengan kesakit hatian. Memang cita-citamu apa? Mau jadi super hiro? Punya kekuatan untuk menolong semua orang? Kenyataanya tak semua butuh pertolongan dan kau tak punya k...

Kata Bermakna Doa

Awali tahun dengan doa yang paling magis Tidak lupa luapan semangat yang menagih cahaya ajaib Persiapkan diri sekokoh tembok China Walaupun kau tak dibekali ilmu dan senjata yang memadai  Semua yang menyerbuh ajak ngopi dan nyabu Pedagang, pejajah makanan, penyapu jalanan, buruh pabrik yang kerja siang malam, membawa harapan seberharga berlian Siapapun yang mempermainkan janji maka layak untuk mati Habis kami dirayu dibayar uang seribu, tapi ujug-ujungnya melahirkan api yang menjadi abu Berharap esok yang datang bukan yang itu lagi  Tapi terkadang semua diluar   kuasa kami Jadi apalagi selain harap-harap cemas sambil gigit jari Yang dipanjatkan sehabis menyembah tuhan dengan rasa hati dan jiwa raga yang paling beriman Cukup sudah todongan peran Intoleran Sesudah dijadikan boneka penghasil suara Masa masih mau   juga digoreng dengan isu murahan Paling pait setelah panas dan api membara menumbangkan sebuah nama Maka yang paling tak ber...