Postingan

Aku Pendosa

Dosa adalah perbuatan pelanggaran terhadap tuhan.Siapa yang tidak pernah berpapasan dengan dosa. Sekelas hamba terbaikpun sedikit banyaknya mengakui pernah berdosa kepada sang kuasa. Perbuatan berdosa yang dilakukan kala sedang gelap mata lalu membawa petaka banyak sekali dilakukan oleh para budak dunia.  Yang ditunggu hanya tanggung jawab dan kerelaan seorang hamba dicap pendosa oleh para yang mulia. Pendosa, kata yang tepat menggambarkan aku yang saat ini sedang termenung memangku dagu dengan tangan kanan. Banyak sekali dosa yang kulakukan yang tidak bisa kusebutkan satu persatu. Entah itu karna malu atau karna lebih tidak mau dibilang benalu. Yang sering kulakukan berdoa semoga bagian tubuh yang penuh lumpur hitam ini bisa sedikit terlihat bersih setidaknya dimata tuhan. Lalu terkadang mengulanginya lagi dan lagi. Persis si dungu yang meminjam uang pada renternir. Tuhan betapa lemahnya hambamu yang satu ini. Dosa yang tidak  kusadari melukai banyak orang dengan kata berlidah pedang. Perlakuan …

Bebas

Apa skala tertinggi dari sebuah kebebasan? Bisa meminum dan memakan apasaja. Bisa memilih baju yang mana saja. Atau bisa mengendalikan pikiran dan bertindak seenaknya. Tanpa pertimbangan apapun siapapun dalam keadaan apapun. Semoga arti bebas bagi kita semua merujuk kepada rasa hati yang lapang, untaian kepang yang terlepas dari rambut yang sudah diurai, rantai dikaki hanya menunggu bekasnya pudar atau bahkan beban sebesar batu dihati bisa diatasi dengan kata sederhana  yang terucap dari bibir  berupa ‘tenang saja’. Kita semua bekerja banting tulang untuk merasakan kebebasan. Kebebasan dari hutang-piutang. Bebas dari amarah pasangan karna gaji yang kurang. Bebas dari rasa lapar atau pengasingan. Bebas menghirup udara bersih tanpa rebutan dalam kontrakan petakan yang pengap tanpa filter udara. Apalagi bisa bebas dari tipuan abu yang dibuat dari para aktor kawakan yang tidak tahu malu, ujarnya ‘ini yang aku mau’. Doa terbaik dari segala tindakan pelanggar kemanusiaan. Baik yang meminta lahan untuk d…

Dramatisir Kesedihan

Pernah Mati lalu hidup lagi.Bangun lalu tidur lagi.Dua penyangga tapi tak kokoh akan segera menimpa.Bekas luka bulan lalu masih ada terbentang dipelipis dekat mata.Aku kira kami masih bisa bertahan lama.Lalu sedikit memaksa karna takut kehilangan .Tapi mimpi buruk tetaplah mengangu tidur.Punya banyak sodara tidak membuatku bahagia. Sendirian rasanya menyenangkan dari pada bergabung bersama mereka lalu merasa kesepian ditengah keramaian.Hanya menyesakan dan menjadi beban.Sudah cukup Bab beramah tamahnya mari kita selesaikan dengan tidak saling sapa.Penyanga atap usang tak bertiang.Butuh perbaikan dari sisi kanan. Menurut penglihatan yang rusak hanya sebelah.Tapi ternyata dua-duanya sama saja, akan patah dan roboh lalu menimpa yang hidup dibawa sana.Tekanan yang awalnya kukira bagian dari kematian nyatanya bukan, karna ternyata itu yang dikatakan dengan masa depan.
Bagi kau yang hanya bisa melihatku mati dengan cara paling ngeri .Akan ku hantui kau sampai kita tepat pada posisi yang sama…

Menua

BahagiaMenjadi bagian tua di dunia. Kemarin hari yang panjang dan menyenangkan. Ternyata banyak orang sadar akan keberadaan mahluk kecil yang beratnya tak sampai 45 kilo ini. 
Tertawa Bisa berguyon luas dengan kasarnya . Bersama kawan opera van java.  Membuat raga kehilangan aroma . Untuk di cintai secara wajar karna berprilaku kurang ajar.
Merana Dipupuk kesedihan dan kata kasar. Ancaman perpisahan sangat sering didengar. Hanya kata pindah yang menjadi upah. Mencoba mencinta tanpa mengingat kejadian pedih berdarah ngeri. Berdamai katanya,  walau ada satu sesi aku bisa menjadi pembenci sekali.
Kecewa Merasa selalu memberikan nilai lebih tapi kadang tak terpilih.  Atau yang datang dan pergi hanya karna pamrih. Berbicara lembut dan lantang. Berada dijalur yang menantang membuatku mati tidak terpandang. Apa yang menjadi benar jika semua merasa benar. Apa yang menjadi salah jika semua bilang bukan aku pelakunya. Egosentris menemani kita semua yang menjungjung tinggi nilai diri. Entah itu aku atau kamu. Yang jel…

Ragu Akan Semesta

Meragu kehilangan kepercayaan atas apa yang dijanjikan oleh bumi pada kami bahwa bagi yang menikmatinya dengan brutal maka tinggal menunggu balasan  lain lagi bagi si bijak akan selalu ada tempat aman di sudut ruangan 
namun kenyataan sedang mengajak bercanda dengan sangat tidak lucunya  terlalu banyak kenaifan yang diciptakan para pemeran yang memangku kekuasaan  dan kami dijadikan korban untuk tetap bisa duduk di 'Kursi' tanpa alas, tanpa payung kami berjuang melawan tirani yang mendung berbicara berani, mengkritik bahkan guyon sekalipun dibalas dengan hukuman penjara apa yang lebih dari kata sakit untuk menggambarkan ketidak lucuan ini  semuanya fana tapi mereka dengan teganya bisa membunuh dan menuduh satu nyawa untuk langgeng di panggung istana  siapa yang sebenernya jadi boneka? celakalah bagi kami yang hanya bisa turut tanpa bisa bergerak karna terhimpit derita  menurut dan tunduk adalah kebiasaan kami yang masih ingin diberi, walaupun hanya satu suap nasi  sisanya yang lebih banyak …

Goodbye for anything i cant do

Goodbye bagi beberapa hal yang tidak bisa kuperjuangkan Dimulai dari masalalu yang buatku sakit-sakitan Lalu kegagalan yang tidak kalah sakit jiwa kebas rasa berkepanjangan Perkataan banyak orang yang kadang menyakitkan dan susah dihilangkan dari benak dan pikiran membuatku berjalan pincang. Untuk semua pilihan yang membuatku jatuh ke jurang paling dalam. Kan kutinggalkan demikian tanpa ku bawa sebagai beban Untuk teman yang ternyata kita tak searah untuk menghabiskan hal gila bersama Untuk ibu bapak yang gagal ku bahagiakan disisa hidupnya Untuk rekan-rekan dunia maya dan nyata yang sering ku usik dan ngangu hidupnya Untuk sodara sehati yang ku paksa bertahan untuk selalu digaris keakraban Ternyata kita semua tidak cocok untuk hal-hal demikian Ternyata aku adalah pengecut yang menutup mata dan mengulur waktu dan berkata kalau kita masih bisa bertahan dengan bahagia yang semu Maaf atas segala paksaan bertahan yang mungkin menyiksa dan membelenggu kalian Maaf atas sebuah komitmen yang terny…

Berani Bermain Api

4 bulan sudah kita semua terpaksa atau dipaksa untuk diam dan tidak kemana-mana dengan alasan demi kebaikan dunia. dihitung hari ini sudah sekitar 9,3 juta orang terinfeksi covid 19 diseluruh dunia dan di Indonesia sendiri covid 19 terhitung tanggal 23 juni tercatat 47.896 cases positif belum menunjukan tanda bahwa perkembangan virus ini menurun dilihat dari kurva yang tercatat, gugus tugas covid 19 sudah melakukan beberapa hal dalam penanganan pandemi ini dari mulai himbauan maupun larangan. Jujur saja saya pribadi merasakan bagaimana covid ini bisa menjadi hantu kita bersama yang membawa kita kedalam lubang yang bisa menjaidi gelap kalau kita tidak membawa sumbu terang dari mulai reaksi waspada, jenuh, marah sampai pasrah tahap rasa sudah kita semua rasakan dengan diiringin panjatan doa dan harapan bahwa dunia bisa cepat sembuh dengan segera. Sempat berpikir bahwa pandemi ini hanya akan berlangsung 2 bulan ternyata mereka mengambil banyak waktu lebih dari kita, lebih-lebih yang ter…