Postingan

Lupa Bersyukur

 Lupa adalah sifat yang yang melekat pada manusia. Yang kebanyakan dari kita selalu mencoba menghilangkan noda hitam. Karna hidup yang sempurna terkadang menjadi dambaan kita sebagai manusia. Padahal mengejar kesempurnaan membuat kita mati rasa. Membuat kita selalu merasa tak cukup untuk menjadi yang terbaik. Menjadi baik dan buruk tidaklah cukup. Sebagian dari kami hanya ingin menjadi sempurna dengan cara apapun. Jalan yang berliku ditempuh dengan rasa membara. Ketika sampai pada hasil dari usaha. Rasa puas kadang timbul atau rasa cemas yang dominan. Karna merasa tidak cukup, tidak puas, bukan ini yang kami maksud. Hal ini membuat kita kadang lupa caranya bersyukur. Lupa yang dibiasakan menjadi budaya. Padahal rasa syukur membuat kita lebih bahagia dan damai. Menikmati dunia dengan lebih nyaman. Semoga kita mejadi lebih bisa menikmati hidup dengan cara yang lebih baik. Lebih berdamai dengan hidup yang baik hidup yang buruk dan hidup yang mempunyai cerita dan warna masing-masing. B...

Sendirian

2021 ternyata kembaran tahun lalu 2020, namun terlepas dari kesukaran ini kita mencoba bertahan ditengah kondisi pandemi. Dari yang berperan sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, anak anak, remaja dewasa, pekerja, pelajar sama aja, kerja kerasa buat bisa tetap hidup dan bahagia. di tahun ini seharusnya memang menjadi tahun terakhir status gua jadi mahasiswi, which is agak tegang-tegang asik asik gitu. asik karna bakal segera lulus lepas menjadi anak yang akan 100% tanggung jawab terhadap diri sendiri, tegangnya karna takut juga sama masa depan yang kata testimoni orang-orang serem dan kerasnya bukan main. penasaran juga sih emang seserem itu yah tapi kadang gak mau keluar dari buble yang nyaman ini, masih seneng main sama temen temen kampus, suasana kelas yang bising abis, kelakukan bocah bocah kelas yang absurt, ampe kangen juga sama moment drama kece, im miss the moment not the person. *gengsinyagedesay pas awal-awal optimis bakal kuliah offline dan bisa ketemu lagi ngampus lag...

Tulisan Jumat dibuat 2017

Tujuan bunuh diri bukan hanya putus asa terhadap diri sendiri Melainkan keputusasaan membuat orang terdekat merasa menyesal atas sebuah kehilangan yg dipaksakan. Tinggalkan yang memang harus ditinggalkan lepaskan apa yang harus dilepas buang apa yang pantas dibuang. Napas kita milik Tuhan bukan milik mereka yang modal otak kosong bernamakan kebaikan.  Bukan tentang pecundang atau lari dari kenyataan. Tapi tentang pembalasan paling kejam yang tidak pernah terlupakan. Banyak orang bilang Dunia ini panggung sandiwara, itu bagi orang yang takut akan cinta atau orang tak tahu malu cara berbalas budi.  Tapi bagi kami dunia ini medan perang, penuh darah, keringat kebencian, dendam dan amarah.  Yang bisa memegang kepala orang dengan lehernya terputus atau mata yang hilang satu.  Satu tusukan tidak cukup untuk mewakili semua.

Pilihan Mengakhiri

Banyak hal yang membutuhkan atensi untuk saat ini. Baik mengenai jiwa harta maupun hati. Jiwa yang makin hari makin lemah padahal menghadapi dunia butuh tenaga ekstra. Butuh harta untuk menunjang agar tubuh tetap berdiri namun kian hari susah cari makan untuk diri sendiri. Butuh hati yang lapang untuk menghadapi kekalahan, namun hati sibuk dengan luka yang membusuk. Banyak tanggung jawab yang hamba pikul. Maka disini butuh waktu untuk menata mana yang butuh untuk dipikul atau dibuang untuk jadi kenangan. Prioritas dikedepankan. Orang tua menjadi hal pertama untuk dipertimbangkan. Teman yang dipilah dan dipilih yang mana sekiranya satu arah. Hobbi atau kebiasaan mana yang patut dilestarikan agar tidak menjadi menyesal. Tapi butuh bernafas untuk menyelesaikan semuanya. Maka akan ada kata selamat tinggal bagi hal hal yang tidak berguna. Selamat tinggal para manusia yang dulunya ku sebut teman tapi ternyata kita tidak bisa jalan bersama untuk sampai final. Selam...

Akhir nya

Gambar
(bonus foto terakhir yang di jepret tanpa niat) Malam yang menjadi akhir dari beberapa kejadian dan peristiwa. Akhir bukan berarti berakhir. Namun dari beberapa hal memang demikian. Dari mulai kepercayaan yg hilang dikikis amarah. Lalu salah paham yang tak ujung diubah. Berusaha untuk baik baik saja ternyata tak menyelesaikan masalah. Beban di pundak milik kita semua. Salah dan dosa milik kita semua. Andai semua bagian dari kita sama sama menyimpan tegangnya. Mungkin kita masih bisa berbagi tawa bersama. Namun ternyata sebagian dari kita memang merasa cukup untuk tidak lagi lanjut. Maka mulai detik ini hanya kata berserah, terserah, melepas dengan iringan lagu yang sendu. Dengan ini juga aku buka ikatan yang membelit tubuh sendiri dengan ikhlas dan pasrah. Biar Tuhan yang tahu ujungnya apa. Hal ini malah semakin membuatku bahagia. Tidak lagi merasakan beban yang seharusnya jadi beban. Mulai detik ini akan ku bangun istana indah dengan tema diriku saja dengan santainya duduk...

Terlalu Banyak

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Mengiringi kita semua kedalam kenestapaan. Tapi adakah yang lebih bijak? Selain selalu mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Namun terkadang sifat dasar manusia yang tidak tercipta selalu sempurna. Maka lelah lalu  menyerah adalah pilihan dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada tabel kehidupan. Setiap saat diingatkan untuk selalu memanjatkan rasa ‘baik’ yang kadang dipaksakan agar bisa menjadi kebiasaan. Setiap hari dianjurkan untuk selalu produktif agar masa muda yang aktif dan tua tidak jadi sulit. Setiap detik dikasih gosip “jangan jadi seperti mereka yang menjadi bagian sulitnya dunia, karna kau tak akan bisa masuk kartu keluarga”. Dilain sisi ada yang beristirahat untuk sekedar mengusir penat. Ada yang sengaja mencari waktu luang untuk bisa tarik nafas dalam-dalam. Ada yang berleha-leha untuk bisa menikmati esensi hidup yang sesungguhnya tanpa bawa beban kemana-mana. Tapi kesamaan pada mereka semua terletak pada betapa mereka...

Malam Resah

Malam ini tak bisa tidur, bawaannya sedih melow entah dari sebab yg mana, yang jelas ini betulan kusut susah diurai. Beberapa hal mungkin bisa jadi penyebab yg kuat.  Dari rasa tersisihkan ini yg selalu ada walaupun tak jelas asalnya tapi dampaknya terasa nyata. Tidak percaya diri, tak percaya pada yg datang untuk menyelamatkan, rasanya ingin berteriak dan berkata 'tujuanmu sudah ku baca sejak awal ngetes doang kan? ' Seberapa tidak enaknya ini aura. Bahkan ada beberapa orang yg bilang bahwa aku salah raga, dari mulai wanita sampai pria mereka sepakat untuk menghancurkan kenyakinan harga diri walau awalnya tak disengaja.  Mungkin ini bentuk dari karma yg sejak kecil di cicil hingga tak lunas hingga dewasa. Dan ketika kata yang menurutku tak bisa di terima maka yg ku lakukan hanya bisa tertawa lalu menangis diakhirnya sambil mengamini. Kata mereka bahwa aku buruk rupa tak ada nilai estetika.  Ingat malam itu kita masih tertawa di perjalanan, kau berkata lalu aku sambut d...