Postingan

Tulisan Jumat dibuat 2017

Tujuan bunuh diri bukan hanya putus asa terhadap diri sendiri Melainkan keputusasaan membuat orang terdekat merasa menyesal atas sebuah kehilangan yg dipaksakan. Tinggalkan yang memang harus ditinggalkan lepaskan apa yang harus dilepas buang apa yang pantas dibuang. Napas kita milik Tuhan bukan milik mereka yang modal otak kosong bernamakan kebaikan.  Bukan tentang pecundang atau lari dari kenyataan. Tapi tentang pembalasan paling kejam yang tidak pernah terlupakan. Banyak orang bilang Dunia ini panggung sandiwara, itu bagi orang yang takut akan cinta atau orang tak tahu malu cara berbalas budi.  Tapi bagi kami dunia ini medan perang, penuh darah, keringat kebencian, dendam dan amarah.  Yang bisa memegang kepala orang dengan lehernya terputus atau mata yang hilang satu.  Satu tusukan tidak cukup untuk mewakili semua.

Pilihan Mengakhiri

Banyak hal yang membutuhkan atensi untuk saat ini. Baik mengenai jiwa harta maupun hati. Jiwa yang makin hari makin lemah padahal menghadapi dunia butuh tenaga ekstra. Butuh harta untuk menunjang agar tubuh tetap berdiri namun kian hari susah cari makan untuk diri sendiri. Butuh hati yang lapang untuk menghadapi kekalahan, namun hati sibuk dengan luka yang membusuk. Banyak tanggung jawab yang hamba pikul. Maka disini butuh waktu untuk menata mana yang butuh untuk dipikul atau dibuang untuk jadi kenangan. Prioritas dikedepankan. Orang tua menjadi hal pertama untuk dipertimbangkan. Teman yang dipilah dan dipilih yang mana sekiranya satu arah. Hobbi atau kebiasaan mana yang patut dilestarikan agar tidak menjadi menyesal. Tapi butuh bernafas untuk menyelesaikan semuanya. Maka akan ada kata selamat tinggal bagi hal hal yang tidak berguna. Selamat tinggal para manusia yang dulunya ku sebut teman tapi ternyata kita tidak bisa jalan bersama untuk sampai final. Selam...

Akhir nya

Gambar
(bonus foto terakhir yang di jepret tanpa niat) Malam yang menjadi akhir dari beberapa kejadian dan peristiwa. Akhir bukan berarti berakhir. Namun dari beberapa hal memang demikian. Dari mulai kepercayaan yg hilang dikikis amarah. Lalu salah paham yang tak ujung diubah. Berusaha untuk baik baik saja ternyata tak menyelesaikan masalah. Beban di pundak milik kita semua. Salah dan dosa milik kita semua. Andai semua bagian dari kita sama sama menyimpan tegangnya. Mungkin kita masih bisa berbagi tawa bersama. Namun ternyata sebagian dari kita memang merasa cukup untuk tidak lagi lanjut. Maka mulai detik ini hanya kata berserah, terserah, melepas dengan iringan lagu yang sendu. Dengan ini juga aku buka ikatan yang membelit tubuh sendiri dengan ikhlas dan pasrah. Biar Tuhan yang tahu ujungnya apa. Hal ini malah semakin membuatku bahagia. Tidak lagi merasakan beban yang seharusnya jadi beban. Mulai detik ini akan ku bangun istana indah dengan tema diriku saja dengan santainya duduk...

Terlalu Banyak

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Mengiringi kita semua kedalam kenestapaan. Tapi adakah yang lebih bijak? Selain selalu mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Namun terkadang sifat dasar manusia yang tidak tercipta selalu sempurna. Maka lelah lalu  menyerah adalah pilihan dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada tabel kehidupan. Setiap saat diingatkan untuk selalu memanjatkan rasa ‘baik’ yang kadang dipaksakan agar bisa menjadi kebiasaan. Setiap hari dianjurkan untuk selalu produktif agar masa muda yang aktif dan tua tidak jadi sulit. Setiap detik dikasih gosip “jangan jadi seperti mereka yang menjadi bagian sulitnya dunia, karna kau tak akan bisa masuk kartu keluarga”. Dilain sisi ada yang beristirahat untuk sekedar mengusir penat. Ada yang sengaja mencari waktu luang untuk bisa tarik nafas dalam-dalam. Ada yang berleha-leha untuk bisa menikmati esensi hidup yang sesungguhnya tanpa bawa beban kemana-mana. Tapi kesamaan pada mereka semua terletak pada betapa mereka...

Malam Resah

Malam ini tak bisa tidur, bawaannya sedih melow entah dari sebab yg mana, yang jelas ini betulan kusut susah diurai. Beberapa hal mungkin bisa jadi penyebab yg kuat.  Dari rasa tersisihkan ini yg selalu ada walaupun tak jelas asalnya tapi dampaknya terasa nyata. Tidak percaya diri, tak percaya pada yg datang untuk menyelamatkan, rasanya ingin berteriak dan berkata 'tujuanmu sudah ku baca sejak awal ngetes doang kan? ' Seberapa tidak enaknya ini aura. Bahkan ada beberapa orang yg bilang bahwa aku salah raga, dari mulai wanita sampai pria mereka sepakat untuk menghancurkan kenyakinan harga diri walau awalnya tak disengaja.  Mungkin ini bentuk dari karma yg sejak kecil di cicil hingga tak lunas hingga dewasa. Dan ketika kata yang menurutku tak bisa di terima maka yg ku lakukan hanya bisa tertawa lalu menangis diakhirnya sambil mengamini. Kata mereka bahwa aku buruk rupa tak ada nilai estetika.  Ingat malam itu kita masih tertawa di perjalanan, kau berkata lalu aku sambut d...

Aku Pendosa

Dosa adalah perbuatan pelanggaran terhadap tuhan. Siapa yang tidak pernah berpapasan dengan dosa. Sekelas hamba terbaikpun sedikit banyaknya mengakui pernah berdosa kepada sang kuasa. Perbuatan berdosa yang dilakukan kala sedang gelap mata lalu membawa petaka banyak sekali dilakukan oleh para budak dunia.  Yang ditunggu hanya tanggung jawab dan kerelaan seorang hamba dicap pendosa oleh para yang mulia. Pendosa, kata yang tepat menggambarkan aku yang saat ini sedang termenung memangku dagu dengan tangan kanan. Banyak sekali dosa yang kulakukan yang tidak bisa kusebutkan satu persatu. Entah itu karna malu atau karna lebih tidak mau dibilang benalu. Yang sering kulakukan berdoa semoga bagian tubuh yang penuh lumpur hitam ini bisa sedikit terlihat bersih setidaknya dimata tuhan. Lalu terkadang mengulanginya lagi dan lagi. Persis si dungu yang meminjam uang pada renternir. Tuhan betapa lemahnya hambamu yang satu ini. Dosa yang tidak  kusadari melukai banyak orang dengan kata berlid...

Bebas

Apa skala tertinggi dari sebuah kebebasan? Bisa meminum dan memakan apasaja. Bisa memilih baju yang mana saja. Atau bisa mengendalikan pikiran dan bertindak seenaknya. Tanpa pertimbangan apapun siapapun dalam keadaan apapun. Semoga arti bebas bagi kita semua merujuk kepada rasa hati yang lapang, untaian kepang yang terlepas dari rambut yang sudah diurai, rantai dikaki hanya menunggu bekasnya pudar atau bahkan beban sebesar batu dihati bisa diatasi dengan kata sederhana  yang terucap dari bibir  berupa ‘tenang saja’. Kita semua bekerja banting tulang untuk merasakan kebebasan. Kebebasan dari hutang-piutang. Bebas dari amarah pasangan karna gaji yang kurang. Bebas dari rasa lapar atau pengasingan. Bebas menghirup udara bersih tanpa rebutan dalam kontrakan petakan yang pengap tanpa filter udara. Apalagi bisa bebas dari tipuan abu yang dibuat dari para aktor kawakan yang tidak tahu malu, ujarnya ‘ini yang aku mau’. Doa terbaik dari segala tindakan pelanggar kemanusiaan. Baik yang ...